Sabtu, 03 Juli 2021

 

Berkurangnya Air Tanah sebagai Tantangan Masa Depan

 


Kondisi Air Tanah Saat Ini

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 mengenai Sumber Daya Air mendefinisikan air tanah sebagai air yang terdapat di lapisan batuan di bawah permukaan tanah. Air tanah berperan penting dalam kehidupan manusia, mulai dari kebutuhan industri hingga kebutuhan rumah tangga. Menurut koran Tempo, pada tahun 2018, 65% warga Jakarta masih menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu juga tidak akan jauh berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Namun, seperti yang sudah diketahui, kadar air tanah semakin berkurang di setiap daerah. Hal tersebut sempat menyebabkan tidak adanya air di sekitar rumah saya. Akibatnya, warga yang tidak memiliki sumur resapan air sendiri harus ekstra memanggil tukang air yang menjual air perjerigen sehingga air bersih untuk kebutuhan rumah tangga terpenuhi. Memerlukan waktu kurang lebih seminggu untuk menggali sumur lebih dalam hingga diperoleh lapisan tanah dengan kadar air tanah yang masih banyak. Dengan begitu, air dapat kembali mengalir ke rumah-rumah penduduk.

 

Dampak Berkurangnya Air Tanah

Pertumbuhan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan air bersih untuk memenuhi kebutuhan manusia semakin meningkat, akibatnya kadar air tanah semakin menipis . Hal ini ditunjukkan oleh beberapa fakta krisis air yang terjadi di beberapa daerah di Jakarta maupun di daerah lain, terutama di Pulau Jawa. Bahkan ada prakiraan bahwa Jawa akan ‘kehabisan air’ di tahun 2040. Jika hal tersebut terus terjadi tanpa penanganan yang tepat dan berkelanjutan, akan semakin banyak daerah yang mengalami krisis air dalam waktu dekat karena semakin banyak mata air kering. Penduduk sekitar desa bisa mengalami kerugian besar akibat penurunan hasil panen karena tanaman pangan kekeringan. Dengan demikian, semakin menipisnya kadar air tanah dapat berpotensi menjadi tantangan masa depan, yaitu tidak adanya air tanah yang tersisa.

 

Selain berpotensi menjadi tantangan masa depan dari sisi krisis air, berkurangnya air tanah juga secara tidak langsung berdampak pada tanah itu sendiri. Seperti pada daerah rumah saya, ketika air tanah sudah habis, akan dilakukan penggalian sumur resapan air yang lebih dalam. Jika hal tersebut terus menerus dilakukan, akan dihasilkan ruang kosong di dalam tanah sehingga permukaan tanah tidak lagi kuat dan akan menimbulkan amblesan. Amblesan yang ditimbulkan dapat membahayakan karena menghasilkan kemiringan atau bahkan kehancuran infrastruktur. Selain itu, penggalian terus menerus juga akan mengakibatkan penurunan muka tanah hingga daerah pesisir memiliki potensi besar terendam air laut. Berdasarkan data yang disajikan oleh National Geographic, wilayah Jakarta Utara mengalami penurunan tanah sedalam 2,5 cm/tahun, wilayah Jakarta Barat sedalam 15 cm/tahun, wilayah Jakarta Timur sedalam 10 cm/tahun, wilayah Jakarta Pusat sedalam 2 cm/tahun, dan Jakarta Selatan sekitar 1 cm/tahun. Sementara itu, penurunan air tanah di Bandung berkisar 5-10 cm/tahun dan 15-20 cm/tahun yang terjadi di daerah Cekungan Bandung.

 

Pentingnya Pembahasan mengenai Berkurangnya Air Tanah

Pembahasan mengenai berkurangnya kadar air tanah penting untuk dilakukan agar segala dampak yang dapat berpotensi menjadi tantangan masa depan tidak benar-benar berubah menjadi tantangan masa depan. Pembahasan mengenai krisis air dan berita kota tenggelam sudah cukup familiar di kalangan masyarakat. Namun, mungkin alasan krisis air dan kota tenggelam tersebut belum banyak diketahui masyarakat. Melalui solusi dan penanganan secara berkelanjutan, diharapkan dampak tersebut dapat dihindari. Hal ini merupakan permasalahan struktural yang membutuhkan kerja sama seluruh masyarakat dalam menanganinya sesuai dengan peran dan posisinya.

 

Peran Mahasiswa

Masyarakat mendukung segala kebijakan pemerintah terkait pencegahan dampak berkurangnya air tanah tersebut dan mengingatkan orang lain untuk ikut mendukung juga. Mahasiswa dapat berpartisipasi lebih dalam membantu menyebarkan poster akan dampak berkurangnya air bersih dan kebijakan pemerintah dalam menangani hal tersebut melalui social media dan platform lainnya. Selain itu, masyarakat juga harus menggunakan air tanah dengan tetap melestarikannya, seperti menamam banyak pohon agar penyerapan air dari permukaan tanah semakin banyak sehingga dapat menghindari banjir dan menambah kadar air tanah. Menggunakan air tanah secukupnya dan berwawasan lingkungan adalah kunci pencegahan dari masyarakat.

 

SUMBER

https://koran.tempo.co/read/metro/426966/konsumsi-air-tanah-jakarta-stabil-tinggi

https://www.gramedia.com/literasi/air-tanah/#Permasalahan_Air_Tanah

http://pdamtirtabenteng.co.id/berita/dampak-negatip-pengambilan-air-tanah-secara-berlebihan

https://nationalgeographic.grid.id/read/13931978/penurunan-permukaan-tanah-jakarta-utara-tenggelam-32-tahun-lagi

https://www.99.co/blog/indonesia/penurunan-tanah-bandung/#:~:text=Mereka%20mencatat%20bahwa%20penurunan%20permukaan,Koja%2C%20Majalaya%2C%20dan%20Rancaekek.

 

#TantanganMasDep

#KATITB2021

Jumat, 02 Juli 2021

 

Mengenal Budaya Pupujian di Lingkungan Masyarakat Sunda


Mengenal Budaya Pupujian

Salah satu budaya yang masih cukup kental di daerah rumahku adalah pupujian. Pupujian adalah seni keagamaan berupa puisi yang berisikan puji-puji, doa, nasihat, pelajaran, atau pengingat berjiwakan agama Islam yang disampaikan dengan cara dinyanyikan. Namun, terdapat juga pupujian yang bersifat lebih umum, seperti mantra dan etika dalam pergaulan. Pupujian ini dikenal di lingkungan masyarakat Sunda sejak penyebaran agama Islam ke Jawa Barat.

 

Pupujian Sunda lahir seiring dengan masuknya agama Islam di Indonesia, yaitu sekitar tahun 1580. Pada awalnya, pupujian ini dijadikan wadah oleh para ulama dan kyai untuk membuat masyarakat Sunda tertarik masuk dan mendalami ajaran Islam. Selain itu, masuknya agama Islam ke Indonesia juga sejalan dengan munculnya pondok-pondok pesantren. Oleh karena itulah pupujian sangat hidup di pondok pesantren dan tempat-tempat pengajian.

 

Pupujian ini dimaksudkan untuk memengaruhi pikiran, perasaan, dan tingkah laku manusia agar sesuai dengan agama dan moral yang berlaku di lingkungan masyarakat. Dalam kehidupan beragama, pupujian dilantunkan sebagai pengingat untuk selalu beribadah kepada Allah, sholawat kepada Rasulullah, beribadah dan beramal soleh, dan sebagai pendidikan mengenai pengetahuan agama Islam. Dengan begitu, masyarakat, terutama anak-anak akan selalu ingat dan mengikuti nasihat yang dilantunkan di luar kepala tersebut.

 

Pupujian ini biasa dilantunkan menjelang sholat subuh, maghrib, dan isya. Selain itu, pupujian juga biasa dilakukan sebagai ajang kegiatan seremonial, seperti memperingati Maulud Nabi, Rajaban, musabaqoh tilawatil Quran, atau intihan. Di lingkungan masyarakat, pupujian ini biasa dilontarkan di masjid, mushola, ataupun pesantren oleh para pengurusnya, ibu-ibu yang sedang melaksanakan pengajian, hingga oleh anak-anak yang sedang mempelajari ilmu agama di sana.

 

Nilai Moral dari Budaya Pupujian

Nilai moral dari budaya pupujian ini dapat berlaku dua arah, yaitu bagi pelantun dan bagi pendengar. Nilai moral yang diberikan oleh pelantun berupa budaya untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan, sedangkan nilai moral yang dapat diperoleh oleh pendengar adalah membuka diri dan menerima masukan orang lain dalam kebaikan. Nilai moral untuk selalu beribadah dan beramal sholeh berlaku, baik untuk pelantun, maupun untuk pendengar.

 

Pemosisian Kebudayaan Pupujian

Kebudayaan dapat dilihat dari tiga perspektif, yaitu sebagai tatanan, tuntunan, dan tontonan. Tatanan merupakan sistem yang terstruktur di masyarakat, tuntunan adalah pedoman atau arahan untuk menjawab atau melakukan sesuatu, dan tontonan adalah budaya sebagai bentuk yang dapat dirasakan dan dinikmati dengan pancaindra. Budaya pupujian Sunda berposisi sebagai budaya tontonan karena bentuk puisinya yang dapat dilihat dan pelantunannya dapat didengar. Sebagai hasil penglihatan dan pendengaran tersebut, budaya pupujian dapat dijadikan tuntunan melalui nilai moral yang terkandung di dalamnya. Pada intinya, nilai moral tersebut mengenai peringatan agar manusia selalu menjaga hubungannya dengan Allah, sesama manusia, dan dengan alam. Ketika tuntunan tersebut telah dilakukan dengan baik oleh manusia, budaya pupujian secara tidak langsung akan menciptakan tatanan berupa lingkungan masyarakat yang damai dan teratur.

 

Sumber

https://basasunda.com/pengertian-pupujian-bahasa-sunda/

 

#Mengbudaya

#KATITB2021

Rabu, 30 Juni 2021

 

Posisi, Potensi, dan Peran Mahasiswa dalam Lingkungan Bertetangga

 

Lingkungan yang aman dan bersih merupakan kunci dari kesehatan dan kebahagiaan. Namun, dalam menjalani kehidupan sosial, semakin banyak tantangan yang perlu dihadapi dalam mencapai kesehatan dan kebahagian dalam lingkungan masyarakat seiring dengan semakin banyaknya manusia yang terlibat dalam kehidupan di lingkungan tersebut. Tantangan tersebut salah satunya ditemukan dalam lingkungan bertetangga, seperti yang saya alami.

Lingkungan di RW saya baik. Tetangga-tetangga saya ramah dan menjunjung tinggi nilai sosial. Namun, terdapat sedikit masalah pada kebersihan dan keamanan karena masih terdapat hewan peliharaan yang suka membuang kotoran sembarangan di jalan, walaupun itu bukan daerah sang pemilik. Hal itu biasa terjadi ketika sang pemilik mengajak anjingnya untuk berjalan-jalan sambil berjemur di pagi hari. Selain itu, masih pula terdapat anjing yang berkeliaran di lingkungan tanpa pengawasan pemiliknya. Walaupun ia tidak pernah menggonggong, menggigit, atau mengejar, tetap saja dapat membuat warga kurang nyaman, terutama warga yang takut pada anjing. Hal tersebut masih saja terjadi walaupun ketua RW sudah memberikan imbauan agar warga selalu menjaga dan merawat hewan peliharaan sebaik mungkin sehingga tidak mengganggu kehidupan warga lainnya. Sepertinya imbauan ketua RW kurang tegas dan kurang dapat diresapi oleh beberapa warga pemilik hewan peliharaan.

Setiap orang memiliki posisi, potensi, dan perannya masing-masing. Mahasiswa hidup dalam lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa memiliki posisi sebagai masyarakat, lebih tepatnya masyarakat sipil. Namun, mahasiswa ini memiliki kesempatan lebih untuk menjalankan pendidikan tinggi. Dengan demikian, posisi mahasiswa di lingkungan masyarakat adalah sebagai masyarakat akademis yang memiliki pengetahuan sesuai dengan bidang keahliannya, tetapi mengembalikan pengetahuan tersebut untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat. Pada akhirnya, mahasiswa tetaplah masyarakat itu sendiri yang memiliki posisi sejajar dengan masyarakat lainnya.

Potensi adalah kemampuan, baik yang belum terwujud, maupun yang sudah terwujud sebagai konsekuensi posisi yang ditempati. Potensi mahasiswa lahir dari konsekuensinya sebagai masyarakat akademis yang akan menyalurkan potensinya demi kemajuan masyarakat sesuai dengan keunikan, ilmu, dan kelebihan yang dimilikinya. Dalam kehidupan bertetangga yang saya alami, sebagai mahasiswa saya akan menebarkan semangat idealis sebagai potensi untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. Semangat idealis yang dimaksud adalah semangat untuk menciptakan lingkungan bertetangga yang aman, bersih, dan sehat.

Peran adalah konsekuensi dari posisi dan potensi. Dalam lingkungan bermasyarakat, mahasiswa berperan untuk membantu masyarakat menuju kemajuan dan mencapai lingkungan masyarakat yang lebih baik. Dalam kehidupan bertetangga yang saya alami, sebagai mahasiwa, saya berusaha menyampaikan kepada kepala RW mengenai penegasan imbauan, bahkan kalau bisa dilanjutkan menjadi aturan tertulis sehingga warga semakin aware. Jika masyarakat peduli akan lingkungannya, lingkungan masyarakat yang aman, bersih, dan sehat akan terwujud.

Pada kenyataannya, jika imbauan tersebut berubah menjadi aturan tertulis, pengawasan dan sanksi yang diberikan akan sulit untuk dilaksanakan. Hal tersebut karena sulitnya mengetahui siapa yang melanggar aturan tersebut. Jika terdapat kotoran hewan di jalan, kita tidak akan tahu pasti kotoran tersebut berasal dari hewan peliharaan siapa. Selain itu, masih terdapat pula hewan liar yang juga akan membuang kotorannya sembarangan. Pada akhirnya memang kesehatan dan keamanan dalam lingkungan bermasyarakat akan tercapai jika seluruh rakyat sudah sadar sendir akan pentingnya hal tersebut. Dalam kasus ini, sebagai mahasiswa, saya hanya dapat melakukan hal kecil yang juga sudah biasa dilakukan oleh masyarakat atau tetangga pada umumnya, menegur dan mengingatkan.

 

#PoPoPeMahasiswa

#KATITB2021

Minggu, 27 September 2020

Something About My Life

 

Nama saya Sekar Ariane Maharani. Saya lahir di Bandung, pada tanggal 31 Mei 2002. Saya hidup bersama ibu, ayah, dan kakak perempuan saya. Nenek saya merupakan tetangga saya yang tinggal hanya selang dua rumah dari rumah saya. Saya berumur 18 tahun. Saya dulu bersekolah di SDPN Sabang, SMP Negeri 30, dan SMA Negeri 3 Bandung. Saat ini, saya merupakan mahasiswa TPB fakultas FITB (Fakultas Ilmu Teknologi dan Kebumian), ITB Ganesha Bandung.

Sebagai manusia biasa, tentu saya memiliki kekurangan. Menurut saya, kekurangan yang paling menonjol dalam diri saya adalah memiliki mood yang mudah berubah setiap waktu sehingga membuat saya mudah merasa bosan, tidak gemar membaca, lebih suka melakukan pekerjaan sendiri, tidak PD dalam berbicara di depan umum, takut untuk berinteraksi dengan orang baru, dan tidak biasa mengambil keputusan sendiri. Untungnya, dibalik kekurangan, masih terdapat kelebihan dalam diri saya. Kelebihan ini biasanya saya tunjukkan kepada orang-orang terdekat. Saya dapat membaca suasana hati mereka melalui ekspresi yang ditunjukkan. Saya sering dijadikan tempat curhat karena dianggap sebagai pendengar yang cukup baik. Selain itu, saya juga dapat membuat suasana hati mereka kembali ceria melalui lelucon maupun tingkah laku konyol yang saya tunjukkan.

Sebagai generasi muda yang hidup di era modern, saya mengalami kesulitan dalam mempelajari teknologi canggih. Selain itu, saya juga tidak merasa nyaman berbicara di depan umum. Untungnya, saya memiliki orang-orang yang dapat mendukung saya dalam menghadapi dunia modern saat ini. Saya memiliki keluarga dan teman yang suportif dan edukatif. Dari merekalah saya termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih berani dengan melakukan diskusi mengenai isu-isu yang sedang terjadi di dunia ini secara santai sekaligus sebagai bentuk pelatihan diri untuk berinteraksi sosial dan menyampaikan pendapat.

Saya sering mengisi waktu luang dengan menonton film maupun mendengarkan lagu dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini dapat menambah kosakata bahasa Inggris sekaligus memberikan pengetahuan pengucapan setiap kosakata tersebut. Kegiatan ini memang benar-benar saya nikmati sehingga membuat saya sempat tergerak untuk mempelajari bahasa asing lain. Namun, seperti biasa, sikap mudah bosan dan tidak konsisten membuat saya cepat menyerah. Alhasil, sampai saat ini pengetahuan bahasa asing saya belum bertambah.

Walaupun jurusan yang saya ambil ini tidak ada hubungannya dengan sastra dan bahasa, suatu hari nanti saya berharap bisa menjadi penyambung lidah Presiden Indonesia yang terkenal akan hal positif. Setelah dikenal sebagai penerjemah presiden, saya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya penguasaan bahasa Inggris. Dengan demikian, semakin banyak orang yang termotivasi untuk menambah kecakapan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris sehingga dapat meningkatkan daya saing diri dengan masyarakat dunia.

 

#StoryOfMyLife

#MendefinisikanPeran

#OSKMITB2020

#TerangKembali

Senin, 21 September 2020

 

Apakah Perkembangan Kecerdasan Buatan Menjadi Musuh Manusia di Masa Depan?

 

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) telah membuat kegiatan komunikasi dan penyebaran informasi semakin cepat seperti tanpa mengenal jarak dan waktu. Melihat respon positif yang didapat dari kemajuan IPTEK, manusia pun terus berusaha untuk mengembangkan pengetahuan maupun penemuan baru dalam bidang tersebut. Semakin canggih teknologi yang diciptakan manusia, semakin besar pula permasalahan atau dampak negatif yang dihasilkan dari teknologi tersebut. Hal inilah yang menjadi tantangan masa depan yang akan dihadapi generasi muda untuk terus meningkatkan teknologi dengan berusaha untuk memperkecil segala dampak negatif yang mungkin dihasilkan.

Salah satu isu yang kemungkinan akan menjadi tantangan di masa depan adalah kecerdasan buatan atau bisa disebut juga intelegensi artifisial (bahasa InggrisArtificial Intelligence) disingkat AI. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakarpermainan komputer (games), logika fuzzyjaringan saraf tiruan dan robotika. (Wikipedia)

Sistem AI terbagi menjadi dua kecerdasan, yaitu kecerdasan buatan kuat dan lemah. Kecerdasan buatan kuat dapat menciptakan sistem yang memiliki kemampuan intelektual yang dapat bekerja atas inisiatifnya sendiri, sedangkan kecerdasan buatan lemah dapat menciptakan sistem yang melakukan simulasi perilaku cerdas berdasarkan metode matematika dan ilmu komputer. Untuk saat ini, sudah banyak berkembang sistem AI lemah, seperti Siri, Cortana, dan Google Assistant. Namun, seperti yang sudah disampaikan, semakin banyak respon positif, manusia akan semakin tertantang untuk menciptakan temuan yang lebih canggih setiap harinya. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa tidak lama lagi, sistem AI kuatlah yang akan terus berkembang.

Dampak dari sistem AI sudah dapat dirasakan dari sekarang, Sebagai dampak positf, sistem AI memang dapat meningkatkan kesejahteraan manusia melalui proses kerjanya yang lebih praktis, efisien, hemat biaya, dan mampu mengemban lebih banyak tugas daripada manusia secara langsung. Kecerdasan buatan ini juga dapat memberikan solusi sederhana untuk menghadapi persoalan yang kompleks dalam waktu yang lebih singkat.

Dengan berbagai dampak positif yang diberikan, apakah AI ini akan menjadi tantangan di masa depan? Salah satu metode yang dilakukan dalam mendeteksi kemungkinan suatu isu menjadi permasalahan masa depan adalah melalui analisis VUCA. VUCA, yang terdiri dari Volitality, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity adalah konsep yang digunakan sebagai ‘kacamata’ dalam menjelaskan sifat tantangan masa depan . Metode VUCA ini pertama kali digunakan dalam dunia militer pada era sembilan puluhan untuk menggambarkan situasi medan tempur yang dihadapi oleh pasukan operasional dimana informasi medan yang ada amat terbatas.

            Konsep VUCA dalam menganalisis AI sebagai tantangan masa depan

1.            Volatility

Volatility adalah keadaan saat lingkungan berubah secara tiba-tiba dalam skala besar dan ekstrem. Kehidupan manusia kini berubah secara ekstrem seiring dengan perkembangan AI. Saat ini, sudah banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin maupun robot, seperti operator telepon, penjaga pintu tol, pengatur lalu lintas, teller bank, dan lain-lain. Dalam kehidupan yang sudah penuh dengan teknologi maju ini, bisa saja kita lupa bahwa pekerjaan yang sudah disebutkan di atas dulunya dikerjakan secara langsung oleh manusia.

2.            Uncertainty

Uncertainty adalah keadaan saat sulitnya menentukan atau memprediksi situasi secara akurat di masa depan. Konsep volatility dapat dijadikan bukti untuk konsep uncertainty. Pekerjaan manusia yang sudah banyak digantikan oleh mesin atau robot dapat menjadi bukti bahwa saat ini, kompetitor manusia dalam dunia kerja bukan hanya lagi dengan sesama manusia, tetapi juga dengan mesin yang telah diciptakan oleh manusia lain. Dulu, manusia mungkin tidak pernah menyangka bahwa saat ini banyak pekerjaan mereka yang telah diambil alih oleh mesin atau robot.

3.            Complexity

Complexity adalah keterhubungan antarkomponen dalam suatu sistem. Dalam kemajuannya, saat ini manusia banyak dimanjakan dengan AI, baik dalam bidang industri, sosial, kesehatan, dan bidang lainnya. Sebagai contoh, dalam bidang industri, banyak pabrik yang telah menggunakan mesin untuk meningkatkan keefektifan dan keefisiensian produksi. Dalam bidang sosial sudah dikenal chatterbot, yaitu sebuah program komputer yang dirancang untuk menyimulasikan percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia baik secara audio maupun teks. Dalam bidang kesehatan, AI banyak digunakan untuk mendeteksi penyakit yang terdapat dalam tubuh seseorang.

4.            Ambiguity

Ambiguity adalah kondisi saat terdapat multiple meanings dalam mengartikan suatu keadaan sehingga tidak ditemukan arti yang jelas. Saat ini, banyak orang yang beranggapan bahwa untuk memajukan teknologi, diperlukan inovasi berupa mesin maupun robot baru untuk memecahkan berbagai masalah kompleks. Apabila inovasi tersebut dilakukan secara terus menerus, maka kekhawatiran masa depan mengenai dominasi kecerdasan buatan yang akan mengambil semakin banyak peran manusia akan terwujud. Menurut saya, lebih baik kita fokuskan pada pengembangan mesin maupun robot yang sudah ada sehingga dapat lebih canggih dalam memecahkan solusi. Kemajuan AI akan menjadi tantangan masa depan ketika AI sudah mendominasi seluruh bidang kehidupan manusia.

Dalam menghadapi era ini, terdapat beberapa cara agar kita sekiranya tidak menjadi manusia yang tertinggal dalam menghadapi perkembangan teknologi.

1.            Berhenti menjadi orang yang pasif akan teknologi dengan terus mengupdate informasi terbaru mengenai kemajuan teknologi yang didasarkan pada kebenaran ilmiah.

2.       Terus mengingat bahwa mesin dan robot yang diciptakan tidak memiliki akal untuk berpikir seperti manusia sehingga manusia tidak akan terkalahkan oleh robot jika manusia selalu melatih akal pikirannya untuk menumbuhkan ide kreatif.

3.          Mengerahkan semua potensi dan perbedaan yang ada dalam diri kita sehingga dapat menjadi keunikan diri dalam menghadapi persaingan dengan manusia, maupun robot.

4.       Selalu mematuhi rules of robotics agar kekhawatiran masyarakat dan beberapa ahli teknologi mengenai sistem AI kuat yang diciptakan oleh manusia dapat melebihi kemampuan dan kecakapan manusia itu sendiri sehingga dapat menghancurkan kehidupan manusia tidak terjadi.

Menurut saya, topik ini menjadi penting untuk dibahas untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terkadang susah dikontrol oleh masyarakat awam. Topik ini juga diharapkan dapat membangkitkan semangat pantang menyerah manusia apabila menghadapi kejadian yang sama dengan Lee Se-dol, yaitu pemain legendaris permainan catur Tiongkok (go), yang menyatakan bahwa dia tidak akan bermain go lagi setelah dikalahkan oleh DeepMind, perusahaan AI milik Google dengan skor 4-1.

 

Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan

https://actconsulting.co/memahami-artificial-intelligence-kecerdasan-buatan-secara-mudah/

https://www.hipwee.com/list/inilah-5-dampak-positif-artificial-intelligence-yang-belum-orang-ketahui/

www.wikipedia.com

https://www.jawapos.com/opini/02/01/2020/meneropong-kecerdasan-buatan-2020/

www.liputan6.com

https://leksanath.wordpress.com/2018/01/27/mengenal-dunia-vuca-dan-tantangannya/

https://marketeers.com/jelang-mpc18-cmclub-jakarta-bahas-vuca/

https://www.andalsoftware.com/Services/Articles/Sharing-Knowledge/articleid/30/6-macam-pekerjaan-yang-sedang-digantikan-oleh-mesin

 

#TantanganMasaDepan

#DuniaVUCA

#OSKMITB2020

#TerangKembali

 

Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Melalui Pengembangan Manusia dan Penguasaan IPTEK

 

Indonesia Emas 2045 adalah impian bersama untuk meningkatkan kualitas Indonesia agar dapat bersaing secara internasional dengan cara menyelesaikan isu-isu yang kerap terjadi dalam negeri. Pada tahun 2045 mendatang, akan terjadi jendela demografi (window of demography). Jendela demografi yang dimaksud adalah keadaan saat usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif (di bawah 14 tahun atau di atas 65 tahun), yang diperkirakan akan mencapai perbandingan tujuh banding tiga. Banyaknya angka usia produktif ini diharapkan menjadi bonus demografi sehingga dapat menjadi hadiah bagi ulang tahun Indonesia ke-100 nantinya.

Melalui salah satu pilar pembangunan Indonesia Emas 2045, yaitu pengembangan manusia dan penguasaan IPTEK, masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjadi manusia yang unggul, berbudaya, dan menguasai IPTEK. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan pemantauan terhadap kondisi Indonesia saat ini sehingga besarnya usaha bersama untuk mewujudkan hal tersebut dapat diperkirakan. Saat ini, Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara lain di dunia dalam menghadapi kemajuan IPTEK. Masyarakat Indonesia mayoritas lebih memilih menjadi masyarakat pasif dalam menghadapi kemajuan IPTEK dunia dengan hanya menikmati teknologi yang sudah ada, bahkan tanpa berpikir mengenai cara kerja teknologi tersebut. Seiring dengan kemajuan IPTEK yang sangat cepat membuat manusia juga ingin mendapatkan segala sesuatu secara cepat dan instan.

Kemajuan IPTEK juga dapat menghilangkan tembok pembatas antarnegara. Masyarakat Indonesia saat ini sudah banyak terpengaruh oleh budaya luar, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun hiburan. Keadaan seperti ini membuat masyarakat Indonesia menjadi buta akan kekayaan budaya sendiri yang sesuai dengan kepribadian dan sudah menjadi warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Gambaran mengenai budaya instan yang biasa diterapkan oleh masyarakat Indonesia saat ini dapat menjadi tantangan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tantangan yang dihadapi antara lain:

1.            Banyaknya hoaks yang beredar

Seiring dengan berkembangnya IPTEK, infromasi yang dapat diterima oleh masyarakat semakin luas. Sayangnya, saat ini sudah sangat banyak informasi tidak benar yang disebarluaskan sebagai bentuk adu domba yang bertujuan untuk memecah belah. Budaya instan yang sudah biasa diterapkan membuat masyarakat malas mencari kebenaran ilmiah sehingga dapat dengan mudah termakan oleh berita hoaks tersebut dan membagikannya kepada orang lain.

2.         Budaya malas mencoba dan berpikir

Kemajuan IPTEK dapat dengan mudah menyajikan penyelesaian mengenai suatu permasalahan, baik sederhana, maupun kompleks secara instan. Hal ini dapat membuat generasi muda kurang mengasah otaknya karena malas mencoba dan berpikir yang kemudian dapat menurunkan kreativitas manusia yang justru sangat diperlukan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

3.         Kurangnya semangat pemahaman teknologi

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, masyarakat Indonesia cenderung lebih memilih menjadi penikmat dari kemajuan teknologi dunia. Saat ini jarang ditemukan tokoh inspiratif Indoensia yang sukses dalam memajukan teknologi Indonesia, seperti B.J. Habibie. Selain itu, saat ini banyak generasi muda yang tidak menyukai pelajaran fisika maupun matematika karena dianggap kompleks. Apabila generasi muda sudah tidak semangat untuk menyelesaikan tantangan fisika maupun matematika, kemungkinan besar generasi muda juga tidak akan tertarik untuk mempelajari STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Selain itu, terdapat pula tantangan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagai akibat dari hilangnya tembok pembatas antara negara Indonesia dengan negara lain, yaitu:

1.         Menipisnya kecintaan terhadap budaya Indonesia

Saat ini banyak generasi muda yang tidak mengetahui budayanya sendiri dan lebih memilih trend luar, seperti Korea, Jepang, maupun Amerika.

2.         Kurangnya kecintaan terhdapa produk dalam negeri

Meningkatnya perdagangan bebas menyebabkan banyak barang luar negeri yang masuk ke Indonesia. Hal ini membuat banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih barang produksi luar negeri yang dianggap memiliki kualitas lebih baik daripada produksi dalam negeri.

3.         Meningkatnya budaya konsumtif dan individualistis

Budaya konsumtif dapat lahir karena meningkatnya situs ecommerce yang dapat memudahkan manusia untuk membeli barang secara lebih cepat dan lancar. Kemajuan teknologi juga membuat interaksi antarmanusia berkurang karena sudah terfokuskan pada interaksi melalui media sosial. Hal ini dapat melahirkan sifat individualis dalam hidup seseorang sehingga sulit untuk melakukan pekerjaan kelompok, diskusi, dan sebagainya.

Selain tantangan akibat budaya instan masyarakat dan hilangnya tembok pembatas, terdapat juga tantangan yang disebabkan oleh jendela demografi sendiri. Jika lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan angka usia produktif, angka pengangguran akan meningkat. Hal ini dapat menjadikan jendela demografi menjadi kutukan demografi.

Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, diperlukan strategi ekstra dan berkelanjutan untuk dapat benar-benar mewujudkan Indonesia Emas 2045. Beberapa strategi tersebut, antara lain:

1.            Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membela dan giat mencari kebenaran ilmiah agar tidak termakan oleh informasi hoaks yang dapat memecah bangsa.

2.            Menambah wadah motivasi mengenai pentingnya pemahaman pengetahuan teknologi dan berpikir kritis dalam menghadapi era industri 4.0 dengan mengadakan talk show bersama tokoh Indonesia yang telah berhasil dalam memajukan teknologi.

3.            Memperbaiki sistem pendidikan melalui program wajib belajar selama 12 tahun dan meningkatkan beasiswa S1, baik di dalam maupun luar negeri, dengan pendekatan pembelajaran interdisiplin STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

4.            Selektif dalam memilih kebudayaan luar dengan meniru segala yang baik dan membuang segala yang tidak sesuai dengan budi pekerti dan tradisi Indonesia.

5.            Meningkatkan kualitas produk dalam negeri agar dapat memenangkan hati masyarakat Indonesia dan dapat bersaing dalam pasar internasional.

6.            Menambah lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan ketersediaan bahan baku produksi sehingga dapat membuat Indonesia ramah akan investasi luar negeri.

Segala tantangan yang dihadapi pasti akan dapat dilewati jika masyarakat Indonesia selalu menjaga kolaborasi antarsesama masyarakat dan dengan pemerintah di segala bidang ilmu pengetahuan. Jika kita selalu menjaga keharmonisan bangsa dengan tidak selalu mempermasalahkan perbedaan, tetapi memfokuskan pada persamaan, maka cita-cita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia tidak hanya akan terkenal melalui keindahan alamnya, tetapi juga kemajuan teknologinya.

 

Daftar Pustaka

https://www.kelaspintar.id/blog/inspirasi/pengaruh-kemajuan-iptek-terhadap-indonesia-4425/

http://lipi.go.id/berita/sumber-daya-iptek-dan-posisi-kita-sekarang-/1196

https://mediaindonesia.com/read/detail/255560-indonesia-siap-sambut-era-baru-iptek

https://news.okezone.com/read/2018/07/06/65/1918904/apa-kabar-pengembangan-iptek-di-indonesia

 

#MenujuIndonesiaEmas2045

#OSKMITB2020

#ITBxByU

Rabu, 01 Mei 2019

Aspiration Day 2019


It’s Time To Give Aspiration

Every year, SMA Negeri 3 Bandung hold an Aspiration Day. Aspiration Day, or usually called ASPIDAY is the day where all the students of SMA Negeri 3 Bandung could give their aspiration about the teachers, the curriculum, the programs, and everything that related to our school. The aspiration can be in form of critics, opinions, or even suggestions. This event is organized by Student Parliament.
This is how the Aspiration Day works. First, every class has their own representative to collect every aspiration that every student has in that class. The students of each class can also give their aspirations to the member of Student Parliament in their class. Second, the Student Parliament will collect all those aspirations from each class. The aspiration have to be rational, real, honest, and  have the quality of making the school better. After the Student Parliament collect and filter all the aspirations, they will give it to the school deputy. Therefore, they can make a better school every year.
Aspiration day also can give us some motivation. That comes from the guest that our school invited for like an interview, or more like talk show. These guest will telling story about their life that somehow will kind of give us motivation for the future and about changing for good. Too bad that sometimes students not really listening to the story and too busy to chat with each other so they can’t get the moral value from the story. I might be one of them. That is why teacher of SMA Negeri 3 Bandung will give assignment about what guest have told from that talk show. That's the smart trick that teacher do to teach us characters, or maybe to make our life more miserable. Just kidding. It will help us to get better grade, because more assignment we do, more point we get.